Cara Merancang Proses Manajemen Risiko Yang Tepat
Cara Merancang Proses Manajemen Risiko Yang Tepat

Proses Manajemen Risiko

I.Pendahuluan

Proses Manajemen Risiko merupakan bagian penting dalam perencanaan dan pengelolaan sebuah proyek atau bisnis.

Karenanya dengan memahami cara merancang Proses Manajemen Risiko yang tepat, pada akhirnya akan membawa hasil pengelolaan risiko yang efektif dan efisien.

Untuk selanjutnya kita bisa meminimalkan dampak dari risiko-risiko yang ada.

A. Definisi Manajemen Risiko

Walaupun saya sudah pernah membuat artikel khusus yang membahas mengenai Apa Itu Manajemen Risiko di artikel terdahulu, namun tidak ada salahnya kita bahas lebih lanjut mengenai Definisi Manajemen Risiko.

Secara singkat Definisi Manajemen Risiko adalah suatu usaha untuk memperkenalkan (Identifying), menganalisa (analyzing) dan mengendalikan (controlling) potensi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu proyek atau bisnis.

DEFINISI MANAJEMEN RISIKO.png

B. Pentingnya Proses Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko sangat penting karena membantu memastikan bahwa proyek atau bisnis berjalan lancar dan efisien.

Tanpa manajemen risiko yang baik, risiko yang mungkin terjadi dapat menyebabkan masalah yang serius dan pada akhirnya dapat mempengaruhi kesuksesan proyek atau bisnis.

Karena alasan tersebut peran manajemen risiko sangat penting untuk membantu mengidentifikasi risiko sejak dini dan memastikan kita memiliki tindakan untuk mengatasinya sebelum menjadi masalah besar.

Secara keseluruhan proses ini juga memastikan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien untuk mengatasi risiko.

Oleh karenanya dapat dipastikan bahwa proyek atau bisnis berjalan sesuai dengan rencana.

Untuk menyimpulkan, pentingnya proses manajemen risiko adalah suatu proses yang tujuan utamanya meningkatkan kepercayaan Stakeholder dan pelanggan terhadap bisnis Anda karena proyek dapat berjalan sukses tanpa hambatan.

C. Tujuan Dari Artikel Ini

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya proses manajemen risiko dan bagaimana cara merancang proses manajemen risiko yang tepat.

Sebagai gambaran akan coba dijelaskan juga langkah-langkah dalam merancang proses manajemen risiko yang efektif dan efisien.

II.Langkah-Langkah Dalam Merancang Proses Manajemen Risiko

Merancang proses manajemen risiko memerlukan tindakan yang terstruktur dan teratur untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan baik.

Seperti yang sudah dijelaskan memahami langkah-langkah dalam merancang proses manajemen risiko sangat penting karena pada umumnya ini dapat membantu memastikan proses berjalan efektif dan efisien.

A. Identifikasi Risiko

Langkah awal dalam merancang proses pengelolaan risiko yang baik adalah dengan melakukan identifikasi risiko.

Identifikasi Risiko adalah proses menemukan dan mengidentifikasi risiko potensial yang mungkin mempengaruhi proyek atau bisnis.

Ini melibatkan proses identifikasi sumber risiko dan mengkategorikan risiko berdasarkan tingkat kerentanannya.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan dalam melakukan identifikasi risiko.

1. Analisis SWOT

Untuk model analisis SWOT ini sudah pernah saya tuliskan juga dalam artikel mengenai Risiko Inheren yang bisa dibaca disini.

Jika dijelaskan lagi analisis SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Oportunities, dan Threats.

Dalam melakukan identifikasi risiko, analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi ancaman potensial.

Selanjutnya hal tersebut juga digunakan untuk memahami bagaimana faktor eksternal dan internal dapat mempengaruhi proyek atau bisnis.

Dalam analisa SWOT , ancaman potensial ditemukan melalui kelemahan Internal dan faktor Eksternal yang mempengaruhi proyek atau bisnis.

Setelah ancaman-ancaman potensial ditemukan , maka risiko-risiko tersebut dapat dievaluasi dan dikelompokkan berdasarkan tingkat prioritasnya.

2. Survei Stakeholder

Langkah selanjutnya yang juga dapat dipertimbangkan adalah dengan menyusun survei untuk para Stakeholder.

Survei ini digunakan untuk meminta pandangan dan masukan dari para Stakeholder seperti pelanggan, karyawan, pemasok ataupun rekan bisnis terkait dengan proyek atau bisnis.

Survei stakeholder membantu dalam memahami pandangan dan masukan dari berbagai pihak terkait risiko potensial yang mungkin terjadi dalam proyek atau bisnis.

Survei Stakeholder juga membantu dalam mengidentifikasi risiko yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya.

Hal ini karena Stakeholder memiliki perspektif unik dan mengetahui informasi yang mungkin tidak diketahui oleh tim proyek atau bisnis.

Tidak jarang mereka juga dapat memberikan masukan tentang bagaimana risiko dapat dikendalikan dan bagaimana dampak risiko terhadap proyek atau bisnis dapat dikurangi.

Hasil dari Survei Stakeholder dapat digunakan untuk memperkuat dan memvalidasi informasi yang telah diperoleh dari analisis SWOT tadi.

3. Pengunaan Alat Risiko

Sebagai langkah terakhir yang dapat dipertimbangkan dalam melakukan identifikasi risiko adalah dengan menggunakan alat-alat risiko yang sudah tersedia.

Beberapa alat risiko yang biasa digunakan untuk melakukan proses identifikasi risiko secara singkat adalah sebagai berikut :

  • Matriks Risiko
  • Brainstorming sesama anggota tim proyek atau bisnis
  • Checklist Risiko
  • Analisis FMEA (Failure Modes and Effects Analysis)
  • Analisis Delphi

Alat atau tools risiko ini masing-masing memerlukan penjelasan lebih lanjut dalam memahami penggunaannya.

Mungkin di artikel lain akan coba dijelaskan secara lebih terperinci, namun untuk artikel kali ini kita akan coba melihat salah satu di antaranya yaitu Matriks Risiko.

Mengenai hal ini akan kita bahas lebih lanjut dalam proses Penilaian Risiko di bawah.

B. Penilaian Risiko

Setelah identifikasi risiko dilakukan, langkah selanjutnya dalam proses manajemen risiko adalah melakukan penilaian risiko.

Penilaian risiko membantu menentukan tingkat prioritas risiko dan memfokuskan perhatian pada risiko yang paling penting.

Dalam penilaian risiko, kita mempertimbangkan tingkat kerentanan risiko dan likelihood (kemungkinan terjadinya) risiko untuk menentukan tingkat risiko yang sebenarnya.

Pada bagian ini , kita akan membahas bagaimana cara melakukan penilaian risiko dengan benar dan efektif.

1. Analisis Matriks Risiko

Analisis matriks risiko adalah salah satu metode yang populer untuk melakukan penilaian risiko.

Dalam analisis matriks risiko, risiko-risiko yang telah ditemukan dan diklasifikasikan melalui proses identifikasi risiko, diberikan skor berdasarkan Impact (tingkat kerentanan risiko) dan likelihood (kemungkinan) terjadinya risiko.

Skor ini kemudian ditempatkan pada sebuah matriks yang membantu menentukan tingkat prioritas risiko.

Untuk melakukan analisis matriks risiko, pertama-tama risiko-risiko harus diberikan skor likelihood, yang menunjukkan probabilitas risiko terjadi.

Skor ini biasanya diberikan pada skala 1-5, di mana 1 menunjukkan kemungkinan sangat rendah dan 5 menunjukkan kemungkinan sangat tinggi.

Kedua, risiko-risiko harus diberikan skor tingkat kerentanan, yang menunjukkan tingkat dampak negatif yang mungkin terjadi jika risiko terjadi.

Skor ini juga diberikan pada skala 1-5, di mana 1 menunjukkan dampak sangat rendah dan 5 menunjukkan dampak sangat tinggi.

Setelah skor likelihood dan tingkat kerentanan diberikan, mereka dapat ditempatkan pada sebuah matriks untuk menentukan tingkat risiko yang sebenarnya.

Matriks ini biasanya berisi kolom dan baris, dengan likelihood sebagai sumbu horizontal dan tingkat kerentanan sebagai sumbu vertikal.

Setiap titik gabungan antara likelihood dan tingkat kerentanan akan memiliki skor risiko yang unik, yang menunjukkan tingkat risiko yang sebenarnya.

PROSES MANAJEMEN RISIKO

2. Penentuan Prioritas Risiko

Setelah kita melakukan analisa matriks risiko , maka nilai risiko akan terlihat lebih jelas.

Dalam Aplikasi Manajemen Risiko kami, matriks ini biasa dinamakan dengan Heat Map (bisa dilihat pada gambar di atas).

Dengan melihat heat map kita akan dengan mudah melihat mana saja dari risiko-risiko yang memiliki nilai tinggi.

Biasanya risiko-risiko yang memiliki nilai tinggi akan memiliki dampak paling signifikan yang harus dikelola dan dikendalikan secepat mungkin.

APLIKASI ERMS RISKINDO.COM
Aplikasi Manajemen Risiko (ERMS) Terlengkap

C. Perencanaan Tindakan

Setelah menentukan prioritas risiko, langkah berikutnya dalam proses manajemen risiko adalah perencanaan tindakan.

Ini merupakan proses penting untuk menentukan cara terbaik untuk mengatasi risiko-risiko yang sudah dikenali dan dievaluasi.

Perencanaan tindakan membutuhkan pemikiran kreatif dan solusi inovatif, karena harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti biaya, sumber daya, dan kemungkinan dampak.

Perencanaan tindakan harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan, termasuk manajemen, staf, dan stakeholder, untuk memastikan bahwa solusi yang dipilih dapat dilaksanakan dengan sukses dan memiliki dukungan yang kuat.

Perencanaan tindakan juga harus memastikan bahwa solusi yang dipilih dapat diukur dan dievaluasi secara efektif, sehingga memastikan bahwa manajemen risiko tetap relevan dan up-to-date.

1. Penentuan Solusi

Langkah pertama dalam perencanaan tindakan adalah terlebih dahulu menganalisa dan memilih solusi untuk mengatasi setiap risiko yang telah teridentifikasi.

Setiap solusi ini kemudian dianalisa untuk mempertimbangkan biaya, sumber daya, dan kemungkinan dampaknya.

Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakkan dalam penentuan solusi seperti pengelolaan risiko proaktif (solusi dengan tindakan pencegahan sebelum risiko terjadi), pengelolaan risiko reaktif (solusi dengan tindakan korektif dan pemulihan setelah risiko terjadi) maupun pengelolaan risiko mitigasi (solusi untuk meminimalisasi kerugian dengan mengurangi dampak risiko).

Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada konteks organisasi dan risiko yang dihadapi.

2. Penentuan Tanggung Jawab

Setelah setiap risiko yang teridentifikasi ditentukan tindakan solusinya, maka pada tahap selanjutnya dalam perencanaan tindakan, harus mulai ditentukan setiap individu atau Departemen yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tindakannya.

Setiap Individu maupun Departemen yang memikul tanggung jawab ini harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka serta mempunyai kemampuan untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan rencana.

Dalam beberapa kasus, tanggung jawab dapat dibagi antar beberapa individu atau departemen untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil efektif dan efisien.

3. Penentuan Jadwal Tindakan

Langkah terakhir dalam perencanaan tindakan adalah penentuan jadwal tindakan untuk mulai mengimplementasikan solusi yang telah dipilih tadi.

Jadwal tindakan ini akan membantu untuk mengukur dan memastikan bahwa tindakan yang diambil dilaksanakan secara tepat waktu dan efektif.

Dalam jadwal tindakan ini, jadwal haruslah realistis dan sesuai dengan sumber daya dan batasan waktu yang tersedia.

Satu hal yang penting dipertimbangkan , yaitu bahwa tindakan yang diambil tidak mempengaruhi tindakan lain yang sedang berlangsung.

Jadwal tindakan ini harus disesuaikan secara berkala untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil masih sesuai degan situasi yang berubah dan pada akhirnya Proses Manajemen Risiko bisa berjalan efektif dan efisien.

LANGKAH PERENCANAAN TINDAKAN.png

III. Implementasi Proses Manajemen Risiko

Setelah semua tahap yang dijelaskan di atas selesai, maka Langkah Merancang Proses Manajemen Risiko telah selesai.

Pada tahap ini risiko sudah teridentifikasi, kemudian untuk setiap risiko sudah dipilih solusi yang akan dilaksanakan, serta juga sudah ditentukan jadwal pelaksanaan tindakan tersebut.

Selanjutnya proses akan masuk dalam tahap Implementasi.

Implementasi ini harus dilakukan secara hati-hati dan teratur untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan rencana dan membantu mengurangi risiko yang diidentifikasi.

A. Pelaksanaan Tindakan

Langkah pertama dari proses Implementasi adalah pelaksanaan tindakan yang telah dijadwalkan pada tahap sebelumnya.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan tindakan ini harus terintegrasi dengan operasi bisnis sehari-hari dengan juga terus memperhatikan sumber daya yang tersedia, batasan waktu maupun tanggung jawab yang telah ditentukan dalam rencana tindakan sebelumnya.

B. Monitoring dan Evaluasi

Dalam pelaksanaan tindakan, tugas dan tanggung jawab yang telah ditentukan harus diterapkan dengan baik.

Untuk memastikan mengenai hal tersebut perlu suatu tindakan monitoring dan evaluasi secara teratur sehingga dapat terus diketahui apakah setiap progres yang terjadi masih sesuai dengan rencana atau sudah menyimpang dari rencana semula.

1. Evaluasi Hasil

Dalam melakukan monitoring dan evaluasi, harus selalui dipantau mengenai hasil-hasil yang diperoleh.

Hal ini untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil efektif dan efisien , sehingga implementasi proses manajemen risiko dapat tetap relevan dengan situasi yang ada.

2. Perbaikan Proses Manajemen Risiko

Tentunya dalam sebuah proses tidak selalu menghasilkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

Adakalanya hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang sudah direncananakan.

Untuk itu diperlukan tindakan perbaikan atau korektif yang sesuai untuk memastikan implementasi proses manajemen risiko tetap berjalan dengan baik.

Hal ini bisa diketahui jika pelaksanaan fungsi monitoring dan evaluasi berjalan dengan baik.

IV. Contoh Solusi Untuk Mengatasi Risiko Dalam Proses Manajemen Risiko

Dari penjelasan di atas tentunya kita sekarang sudah memiliki gambaran mengenai Proses Manajemen Risiko serta dapat mulai merancang proses yang terbaik sesuai kebutuhan organisasi.

Pada pembahasan berikutnya kita akan melihat beberapa contoh solusi yang mungkin bisa kita pakai untuk meminimalisasi dampak dari risiko-risiko yang ada.

A. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi investasi adalah strategi yang memperluas portofolio investasi dengan menambahkan jenis aset atau instrumen keuangan yang berbeda.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko dalam portofolio, karena aset atau instrumen yang berbeda memiliki fluktuasi harga yang berbeda-beda.

Misalnya, jika seorang investor memiliki sejumlah besar saham dalam satu industri, maka mereka berisiko tinggi jika industri tersebut mengalami krisis.

Oleh karena itu, diversifikasi investasi dapat membantu mengatasi risiko dengan menambahkan aset seperti obligasi atau real estate ke dalam portofolio.

Diversifikasi investasi juga dapat dilakukan dengan membagi portofolio investasi ke berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, properti, dan mata uang.

Misalnya, seseorang dapat membeli saham dari berbagai perusahaan yang berbeda dalam industri yang berbeda, membeli obligasi pemerintah dan perusahaan, memiliki properti sebagai investasi jangka panjang, dan memegang mata uang asing sebagai bentuk diversifikasi.

Dengan melakukan diversifikasi investasi, risiko terkait dengan fluktuasi harga pada satu aset dapat dikurangi karena performa dari beberapa aset lainnya mungkin berbeda.

B. Pengunaan Asuransi

Salah satu solusi untuk mengatasi risiko yang banyak dipakai secara umum adalah dengan menggunakan asuransi.

Asuransi membantu melindungi bisnis atau individu dari kerugian yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tertentu seperti kebakaran, kerusakan, atau kehilangan.

Dengan membeli asuransi, Anda bisa meminimalisir risiko dan memastikan bahwa jika sesuatu terjadi, Anda akan memiliki jaminan untuk memulihkan situasi.

Adanya asuransi juga memberikan rasa aman dan membantu meredakan ketegangan karena risiko yang mungkin terjadi.

Namun, perlu diingat bahwa pemilihan jenis asuransi yang tepat dan penentuan coverage yang sesuai sangat penting untuk memastikan bahwa solusi ini efektif dalam mengatasi risiko.

Beberapa contoh asuransi yang banyak digunakan dalam bisnis meliputi:

  • Asuransi Perlindungan Bisnis (Business Interruption Insurance) yang membantu membiayai biaya bisnis yang mungkin terjadi akibat kegagalan usaha atau bencana alam.
  • Asuransi Kebakaran (Fire Insurance) yang melindungi bisnis dari kerugian akibat kebakaran.
  • Asuransi Kebakaran dan Perampokan (Fire and Theft Insurance) yang melindungi bisnis dari kerugian akibat kebakaran dan perampokan.
  • Asuransi Produk dan Liabilitas (Product and Liability Insurance) yang melindungi bisnis dari tuntutan hukum akibat produk yang rusak atau membahayakan.
  • Asuransi Kebijakan Pekerja (Workers' Compensation Insurance) yang melindungi bisnis dari tuntutan pekerja jika terjadi kecelakaan atau sakit saat bekerja.

Itu hanya beberapa contoh saja, masih banyak jenis asuransi lain yang bisa digunakan untuk mengatasi risiko.

APLIKASI ERMS RISKINDO.COM

C. Diversifikasi Sumber Daya

Solusi diversifikasi sumber daya adalah suatu taktik manajemen risiko yang memfokuskan pada pembagian sumber daya yang dimiliki perusahaan ke berbagai macam bidang atau proyek.

Dengan begitu, perusahaan tidak tergantung pada satu sumber daya atau proyek saja.

Apabila ada risiko dalam salah satu sumber daya atau proyek, perusahaan masih memiliki sumber daya lain untuk mendukung keberlangsungan bisnis.

Contohnya, sebuah perusahaan yang sebelumnya hanya fokus pada pengembangan teknologi untuk bisnis, dapat memutuskan untuk memasukkan sumber daya ke bisnis properti atau pertambangan.

Dengan begitu, perusahaan tidak akan tergantung pada kondisi pasar teknologi saja tetapi memiliki sumber daya alternatif untuk memperkuat bisnis.

V. Penutup Cara Merancang Proses Manajemen Risiko

Setelah kita membahas cara merancang proses manajemen risiko maka paling tidak kita mengerti untuk merancang langkah-langkah melakukan proses manajemen risiko secara teratur dan efektif.

Harapannya dengan proses manajemen risiko yang teratur dan efektif bisnis dapat mengatasi berbagai risiko yang mungkin timbul dan memastikan kelangsungan bisnis yang stabil dan sukses.

A.Kesimpulan

Sebagai kesimpulan dari artikel ini adalah manajemen risiko merupakan suatu proses penting untuk memastikan bahwa suatu bisnis dapat beroperasi dengan sukses dan terhindar dari ancaman potensial.

Proses manajemen risiko meliputi identifikasi risiko, penilaian risiko, perencanaan tindakan, implementasi tindakan dan solusi untuk mengatasi risiko.

Melalui penggunaan alat seperti analisis SWOT, survei stakeholder, dan analisis matriks risiko, perusahaan dapat menentukan prioritas dan memastikan bahwa solusi terbaik diambil untuk mengatasi risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 - 
Arabic
 - 
ar
Bengali
 - 
bn
German
 - 
de
English
 - 
en
French
 - 
fr
Hindi
 - 
hi
Indonesian
 - 
id
Portuguese
 - 
pt
Russian
 - 
ru
Spanish
 - 
es

Ingin konsultasi lebih lanjut ? hubungi kami melalui riskindo57@gmail.com atau 0858-8338-2887